Search
  • Rani

CEO Pecat Ratusan Kariawan?! Efek Buruk Marah Berlebihan

CEO Better, Visha Garg dengan sadis memecat 900 kariawannya. Pemecatan brutal itu dilakukan saat melakukan zoom meet durasi tiga menit. Tindakan yang dinilai kontroversial ini menjadi viral pada 9 Desember 2021 di media berita online.


Ia memutus hubungan kerja secara sepihak karena marah. CEO dibidang Real Estate ini menuduh kariawannya pemalas dan pencuri.


Dilansir dari daylimail, kalau CEO asal India ini memang memliki sifat emosional. Ia pernah mengancam rekan bisnisnya dengan cara akan memaku mereka ditembok, kemudian membakar mereka hidup-hidup. Akibatnya ia kehilangan rekan kerja sekaligus kaki kanannya.

Padahal Vishal memiliki latar belakang Pendidikan baik. Ia merupakan lulusan dari New York University jurusan Finance dan International Business. Namun karena sifat pemarahnya yang sulit dikendalikan membuatnya menjadi deretan CEO terburuk.


Begitu besar dampak yang terjadi dari emosi marah jika tidak bisa dikontrol dengan bijak.

Lantas apa itu emosi Marah?


Marah merupakan emosi yang dipicu akan suatu hal yang tidak disukai dan diduga. Seseorang menjadi marah karena tidak setuju dengan sebuah pernyataan atau situasi yang dihadapi.

Selain itu marah juga merupakan sebagai bentuk reaksi yang timbul lantaran kecewa terhadap diri sendiri karena tidak mampu menyelesaikan sebuah masalah.


Emosi marah bisa dilihat dalam ekspresi seseorang yang tiba-tiba cemberut dengan mata melotot, sikap diam dan memalingkan diri dalam sebuah keadaan.


Begitu juga dengan sikap dingin yang tegas, sifat berontak dengan memukul benda disekitarnya dan juga dalam bentuk teriakan. Emosi marah juga ditunjukkan dalam bentuk menangis dan juga perasaan dendam yang kemudian tega melakukan tindakan diluar batas norma.

Adapun beberapa faktor yang bisa memicu seseorang menjadi pemarah antara lain:


1. Kondisi fisik

Emosi marah karena fisik biasanya dikarenakan akibat kelelahan yang berlebihan. Zat-zat tertentu yang dapat memicu marah seperti kekurangan zat asam juga membuat seseorang gampang naik darah.


Hormon kelamin juga mempengaruhi emosi seseorang. Seperti perempuan yang sedang menstruasi pada umumnya mudah tersulut emosi.


2. Kondisi psikis

Kondisi ini pada umumnya berkaitan erat dengan kepribadian seseorang. Salah satunya adalah self concept yang merupakan istilah untuk menyalahkan diri sendiri. Anggapan itu selalu menciptakan kepribadian yang tidak seimbang dan matang.

Beberapa contoh dari self concept antara lain adalah rasa rendah diri, sombong dan egoistik atau mementingkan diri sendiri.


3. Moralitas yang tidak baik

Emosi marah mengacu pada kenyataan emosional yang melibatkan ketidaksenangan dan perasaan subyektif dalam intensitas yang berbeda-beda. Perasaan itu biasanya muncul dari permasalahan yang ringan hingga berat.


4. Perasaan terluka, seperti pernah dikhianati, dihina, dicaci, dibohongi, dikecewakan, diremehkan dan dilecehkan.


5. Persepsi terhadap ketidak adilan


6. Perilaku tidak diharapkan.

Dimana keadaan emosinal disebabkan oleh ketidaksenangan kepada orang lain seperti perasaan jengkel ataupun perasaan marah.

Dalam dunia Kesehatan, seorang pemarah rentan dengan sakit jantung, maag, pusing dan juga stroke.


Sifat emosi marah hanya bisa diatasi oleh diri kita sendiri. Caranya adalah dengan memaafkan keadaan dan penyebab dari emosi itu. Namun tidak semua orang mampu melepaskan perasaan tersebut sendirian.


Untuk itu, tenaga ahli juga bisa membantu untuk menurunkan kadar emosi. Salah satunya adalah dengan melakukan hipnoterapi.


Dimana, hipnoterapi akan membantu melepaskan semua sampah dari emosi negatif melalui komunikasi dengan alam bawah sadar. Sehingga nantinya, kita lebih bijak untuk mengontrol emosi negatif menjadi emosi positif.


10 views0 comments