Follow

Contact

081380349282

Address

Jakarta, Indonesia

©2020 by Nathalia Sunaidi

 

Ini Alasannya Mengapa Anak-Anak Korban Perceraian Membutuhkan Hipnoterapi


Apa yang paling Anda harapkan sebagai orang tua terhadap anak-anak Anda? Semua orang tua berharap anak-anaknya sukses dan bahagia.

Tapi bagaimana jika anak Anda ternyata tidak bisa mandiri, tidak bisa mencari uang bahkan terjerat minum minuman keras di dunia malam? Anda pasti merasa gagal sebagai orang tua.

Bapak dan ibu datang ke sesi hipnoterapi saya membawa anak laki-laki mereka yang berusia 25 tahun. Papa: “Anak saya ini harapan saya untuk meneruskan bisnis saya karena dia anak laki-laki pertama saya. Tapi dia tidak ada fighting spirit. Juga dia suka minum dan pergaulan malam.”

Saya berpikir pasti anak laki-lakinya super bandel karena orang tuanya sudah angkat tangan mendidik dia. Ternyata, masuklah seorang pemuda tersenyum dan menyapa saya dengan sangat sopan. Dalam hati saya berkata, “Tidak ada tampang bandel sama sekali. Mengapa bisa terjerat minuman keras dan dunia malam?”

Saat sesi wawancara dengan anaknya di awal sesi 1, dia bercerita sambil menahan air mata. Saya tahu dia berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis karena itu bisa meruntuhkan gengsinya.

“Mama dan papa saya pisah. Ada sesuatu yang terjadi di antara mereka. Papa saya jarang pulang. Saya pacaran dan saya sayang dengan pacar saya tapi karena ada masalah kami putus. Saya kecewa dengan kondisi keluarga saya dan saya pelarian ke minuman keras.” Kisah pemuda itu.

Ketika memasuki sesi hipnoterapi dia menangis, “Papa saya jarang pulang. Mama sendirian di rumah. Kalau pacar saya ajak pergi seringkali saya tidak mau karena kasihan mama saya sendirian bersedih di rumah. Pacar saya tidak kurang pengertian. Dia putusin saya.”

Lalu dia melanjutkan, “Karena faktor keluarga yaitu papa dan mama pisah, saya bebas, tidak pulang, saya mabuk-mabukan, lari ke hal negative. Sebenarnya saya merasa daripada saya hidup mending mati tapi saya kasihan sama mama. Saya sadari hidup saya makin tidak benar, saya berpikir short term. Saya pakai obat-obatan karena saya sulit tidur.”

Di sesi 1, tugas utama saya adalah membuat dia memasuki alam bawah sadarnya karena banyak luka, kepedihan dan kemarahan di alam bawah sadarnya akibat kondisi keluarga broken home. Selama sesi 1 dia melepaskan semua emosi yang terpendam selama puluhan tahun di batinnya.

Emosi-emosi ini yang membuat dia lari ke minuman keras dan obat-obatan. Emosi ini yang membuat dia merasa mau mati saja. Emosi ini yang membuat dia tidak ada fighting spirit. Maka setelah emosi-emosi ini dilepaskan maka semua efek-efek buruknya juga akan terlepas.

“Ok, sudah selesai sesi 1 hipnoterapi anak ibu dan bapak. Kita lihat saja perubahan baiknya untuk dilaporkan ke saya di awal sesi 2.” Kata saya kepada orang tua anak itu.

Di sesi 2, anak itu melaporkan kemajuan seperti berikut, "Saya lebih bisa berpikir jernih, tidak terlalu terbebani dengan problem saya sebelum sesi 1, lebih mudah tidur, lebih lega.”

Mamanya sampai ucapkan terima kasih berulang kali kepada saya karena anaknya berubah baik, tidak lagi keluar malam atau mabuk-mabukan.

Di awal sesi 3, perubahan permanen bisa terjadi yaitu, “Saya berubah dalam berpikir, lebih bisa mengatasi masalah tanpa lari ke hal yang negative. Tidak menuntut lagi untuk diperhatikan, lebih bisa mengerti kondisi orang sekitar saya dan saya lebih bisa memaafkan.”

Di sesi 4, dia sepenuhnya sudah sembuh dari kecanduan minuman kerasnya. Wajahnya lebih segar. Ternyata dia hidup sehat menjalani diet sehat dan gym. Dan dia lebih ceria.

Lalu orang tuanya mendaftarkan anak-anak lainnya untuk juga hipnoterapi termasuk mamanya. Semuanya memiliki luka batin yang dahsyat akibat perpisahan.

Anak-anak dari keluarga yang broken home, semua korban perceraian: ayah, ibu dan semua anak-anaknya sangat membutuhkan hipnoterapi untuk menyembuhkan batin mereka supaya mereka bisa melanjutkan hidup dengan bahagia tanpa ada luka batin yang bisa menyeret mereka ke hal-hal negative.