Follow

Contact

081380349282

Address

Jakarta, Indonesia

©2020 by Nathalia Sunaidi

 

Ini Dampak Negatif Perlakuan Kasar Seorang Suster ke Anak & Bagaimana Hipnoterapi Menjadi Solusinya


Seorang mama daftar hipnoterapi ke saya untuk putrinya yang berusia 20-an tahun.

Di awal sesi 1 mamanya menceritakan permasalahan mengapa dia ajak putrinya ke sesi hipnoterapi saya.

"Saya tidak tahu apa yang pernah saya lakukan sehingga melukai anak saya. Dia waktu kecil periang. Tapi semakin besar semakin emosi. Mulai SMP dia suka marah. Kalau orang tua nasehati, dia marah. Saya ibu yang bekerja. Saya jadi merasa bersalah, apa semua ini salah saya." Cerita mamanya di awal sesi.

Ketika putrinya masuk ruangan, dia bercerita versinya.

"Saya juga tidak tahu kenapa saya suka marah. Saya juga bingung. Saya sulit memaafkan orang-orang yang pernah bersalah kepada saya." Cerita anaknya.

Jadi anak ini juga tidak tahu mengapa dia pemarah. Dia hanya rasakan emosi terus dan sulit memaafkan siapapun. Karena hal ini hubungan dia dengan orang tuanya tidak harmonis. Dia juga sering kelelahan karena batinnya tidak bisa memaafkan orang lain.

Ketika memasuki sesi hipnoterapi, ketika saya membimbing dia mencari penyebab emosi dia, hal yang sangat mengejutkan muncul. Hal yang sama sekali tidak terpikir.

Dia memasuki masa kecilnya ketika dia diasuh oleh susternya karena ibunya seorang wanita karier.

"Sus jahat. Dia selalu marahin saya. Sus aduin yang jelek-jelek kepada oma sehingga oma marahin saya terus. Saya marah dan benci sus tapi tidak ada yang percaya saya."

Dia menangis menyayat hati menyuarakan kesedihan masa kecilnya. Dia berteriak keras sekali sampai terdengar mengejutkan klien-klien yang menunggu di luar. Luar biasa kepedihan dan luka batin seorang anak kecil yang polos tapi mendapatkan pengasuh yang tidak baik.

Kemarahan akan perlakuan jahat susternya terpendam di alam bawah sadar selama bertahun-tahun. Inilah yang menjadi penyebab si anak ini emosian dan sulit memaafkan orang lain. Kepahitan yang tidak dilepaskan akan menjadi kepribadian yang buruk.

Setelah sesi 1, mamanya melaporkan perubahan sangat positif putrinya. "Dia sudah berubah menjadi anak yang manis lagi. Kemarin itu dia bisa bilang baik-baik ke pak sopir ketika salah. Biasanya dia akan marahi galak sekali. Dia juga bicara lebih lembut kepada kami, mama papanya."

Setelah sesi 2 anak ini melaporkan dirinya sudah jauh lebih positif dan dia gembira sekali.

Jangan remehkan anak-anak kecil kita yang mendapatkan perlakuan kasar dari siapa pun. Kemarahan akan terus terpendam di alam bawah sadar dan melahirkan kepribadian yang buruk. Segeralah bawa anak Anda atau diri Anda ke hipnoterapis.